Lembaran kain, sepotong baju, ataupun aneka perlengkapan
rumah tangga, hingga buah tangan, dihiasi beberapa pernak-pernik, untuk calon
pengantin, di tangan yang terampil dapat berubah menjadi sebuah hantaran yang
indah dan bernilai. Di balik lipatan pita dan susunan yang rapi, tersimpan
kreativitas, ketelitian hingga membentuk pola binatang maupun bunga nan indah dan
mampu membuka peluang usaha yang menjanjikan.
Semangat itulah yang terus ditumbuhkan oleh Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Purbalingga melalui penyelenggaraan Lomba Membuat Hantaran dalam rangka Milad 'Aisyiyah ke-109. Kegiatan yang diikuti oleh 24 Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) se-Purbalingga ini bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi menjadi ruang belajar sekaligus mengukur hasil dari pelatihan membuat hantaran yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Bagi MEK PDA Purbalingga, keterampilan merangkai hantaran
merupakan salah satu bekal ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan oleh kader
'Aisyiyah. Kemampuan mengubah barang-barang sederhana menjadi bingkisan yang
menarik memiliki nilai ekonomi karena selalu dibutuhkan dalam berbagai momen,
seperti pernikahan, lamaran, khitanan, hingga acara syukuran keluarga.
Melalui lomba ini, setiap regu peserta ditantang untuk
menuangkan ide, memadukan warna, menentukan komposisi, menghadirkan bentuk
untuk menghadirkan karya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki
nilai jual. Kreativitas menjadi modal utama, sementara ketelitian dan kesabaran
menjadi kunci menghasilkan hantaran yang memikat.
Kompetisi ini sekaligus menjadi sarana evaluasi atas proses pembelajaran yang telah berlangsung. Peserta tidak hanya memperoleh pengalaman berkompetisi, tetapi juga masukan langsung dari dewan juri yang merupakan praktisi berpengalaman di bidang kerajinan dan jasa pembuatan hantaran. Tidak hanya menilai,dewan juri juga memberikan saran dan masukan atas apa yang sudah dibuat oleh peserta. Mereka terdiri atas Putri Sari Isnayanti, S.P. (Owner Mozza Craft & Wedding Organizer), Yanar Maykanisa Ardhini, S.E. (Owner Mayka Gift and Craft), serta Endang Jarwati (Owner Ammara Craft dan MEK PDA Purbalingga) memberikan penilaian berdasarkan kreativitas, kerapian, komposisi, serta estetika hasil karya.
Lebih dari itu, kegiatan ini membawa pesan bahwa keterampilan dapat menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi. Ketika kemampuan yang dimiliki terus diasah dan dikembangkan, terbuka peluang untuk menjadikannya sebagai usaha rumahan yang mampu menambah pendapatan keluarga. Sejalan dengan semangat pemberdayaan perempuan yang diusung 'Aisyiyah, ekonomi kreatif menjadi salah satu ikhtiar agar kader semakin mandiri, produktif, dan berdaya guna.
Pertemuan kader dari berbagai Pimpinan Cabang (PCA)
‘Aisyiyah juga menghadirkan suasana hangat penuh kekeluargaan. Di sela-sela
kompetisi, mereka saling berbagi pengalaman, bertukar ide, dan menginspirasi
dan memotivasi satu sama lain. Bentuk silaturahmi yang tidak hanya menghadirkan
pertemuan dan diskusi, namun sekaligus sarana kompetisi untuk mengasah
kemampuan. Silaturahmi yang terjalin menjadi modal penting untuk memperkuat
jejaring pemberdayaan ekonomi di lingkungan 'Aisyiyah.
Dari hasil penilaian dewan juri, PCA Bobotsari berhasil
meraih Juara I, disusul PCA Bukateja sebagai Juara II, dan PCA Rabak sebagai
Juara III. Namun, lebih dari sekadar prestasi, setiap karya yang dihasilkan
menjadi bukti bahwa kreativitas dapat terus tumbuh ketika diberi ruang untuk
belajar, berlatih, dan berkarya.
Melalui program-program pemberdayaan yang berkesinambungan, MEK PDA Purbalingga berharap semakin banyak kader 'Aisyiyah yang berani mengembangkan keterampilan menjadi peluang usaha. Sebab, dari sebuah hantaran yang dirangkai dengan penuh ketekunan, dapat lahir harapan baru: perempuan yang semakin mandiri, keluarga yang semakin berdaya, dan masyarakat yang semakin kuat secara ekonomi. (As/P)
---
Penulis : Asih Purwaningsih_LPPA PDA Purbalingga

%20(1).png)
Komentar
Posting Komentar