Ancaman narkoba terus menjadi tantangan serius bagi keluarga
dan masyarakat. Di tengah berbagai upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah,
keluarga tetap menjadi garda terdepan dalam melindungi generasi muda dari
bahaya penyalahgunaan narkoba. Kesadaran inilah yang mendorong Majelis Hukum
dan Hak Asasi Manusia (MHH) Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Purbalingga untuk
terus menguatkan peran keluarga melalui edukasi dan sosialisasi pencegahan
narkoba.
Melalui kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan beberapa
waktu lalu, MHH PDA Purbalingga mengajak para kader 'Aisyiyah, orang tua, dan
masyarakat untuk memahami bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus memperkuat
ketahanan keluarga sebagai benteng utama perlindungan generasi bangsa. Kegiatan
ini bukan sekadar penyampaian informasi, melainkan bagian dari ikhtiar bersama
untuk membangun lingkungan keluarga yang sehat, harmonis, dan tangguh dalam
menghadapi berbagai tantangan zaman.
Bagi 'Aisyiyah, pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum atau lembaga pemerintah. Peran keluarga memiliki posisi yang sangat strategis karena keluarga merupakan tempat pertama anak belajar tentang nilai, akhlak, tanggung jawab, dan cara menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan sekitarnya. Ketika komunikasi dalam keluarga terjalin dengan baik dan orang tua hadir sebagai pendamping yang peduli, risiko anak terpapar penyalahgunaan narkoba dapat diminimalkan.
Ancaman tersebut tidak dapat dihadapi oleh satu pihak saja.
Dibutuhkan sinergi antara keluarga, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan
pemerintah agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif. Berangkat dari
kesadaran itulah, 'Aisyiyah terus mengambil peran melalui berbagai program
edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
| Sumber: Pixabay |
Komitmen untuk menjaga generasi bangsa dari ancaman penyalahgunaan narkoba terus diwujudkan oleh Majelis Hukum dan HAM (MHH) PDA Purbalingga melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba yang diselenggarakan pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Balai Kelurahan Kalikabong. Kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar nyata 'Aisyiyah dalam membangun masyarakat yang sehat, berkarakter, dan bebas dari bahaya narkoba.
Suasana hangat dan penuh semangat terasa sejak awal
kegiatan. Pembacaan ayat suci Al-Qur'an mengawali rangkaian acara yang kemudian
dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars 'Aisyiyah. Momen
tersebut tidak hanya menumbuhkan semangat kebangsaan, tetapi juga mengingatkan
kembali pentingnya peran kader 'Aisyiyah dalam menjaga ketahanan keluarga dan
masyarakat dari berbagai persoalan sosial, termasuk ancaman narkoba.
Semangat untuk melindungi generasi muda dari ancaman
narkoba tampak dari antusiasme para peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Sebanyak 136 peserta dari berbagai unsur mengikuti sosialisasi, mulai dari
perwakilan tujuh PCA se-Kabupaten Purbalingga, unsur PDA Purbalingga, Majelis
Hukum dan HAM, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Purbalingga, para paralegal,
guru Bustanul Athfal, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya. Kehadiran
mereka menjadi cerminan bahwa upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba merupakan
tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan banyak pihak.
Di balik terselenggaranya kegiatan tersebut, terdapat
kerja sama dan semangat pengabdian dari panitia pelaksana PCA Kalikabong yang
telah mempersiapkan seluruh rangkaian acara dengan penuh dedikasi. Kebersamaan
yang terbangun selama proses persiapan menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian
terhadap masa depan generasi bangsa dapat diwujudkan melalui langkah-langkah
sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.
Dalam kesempatan tersebut, PDA Purbalingga yang diwakili
oleh Bunda Sri Wahyuningsih, S.Pd., mengingatkan bahwa ancaman narkoba bukanlah
persoalan yang jauh dari kehidupan masyarakat. Penyalahgunaan Narkotika,
Alkohol, Psikotropika, dan Bahan Adiktif lainnya (NAPZA) dapat merusak
kesehatan, menghancurkan masa depan generasi muda, serta melemahkan ketahanan
keluarga sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, persoalan narkoba tidak cukup dipandang
sebagai pelanggaran hukum semata. Di balik setiap kasus penyalahgunaan narkoba
terdapat persoalan kemanusiaan yang menyentuh kehidupan individu, keluarga, dan
lingkungan sosial. Karena itu, upaya pencegahan membutuhkan pendekatan yang
lebih menyeluruh melalui edukasi, pendampingan, dan penguatan nilai-nilai
kehidupan dalam keluarga.
Pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut adalah
pentingnya menempatkan keluarga sebagai benteng pertama pencegahan. Orang tua
memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anak melalui keteladanan,
komunikasi yang hangat, pengawasan yang bijaksana, serta penanaman nilai-nilai
agama sejak dini. Ketika hubungan dalam keluarga terjalin dengan baik, anak
akan memiliki ruang yang aman untuk bertumbuh dan lebih kuat dalam menghadapi
berbagai pengaruh negatif dari lingkungan sekitarnya.
Sebagai organisasi perempuan yang mengemban misi dakwah
amar ma'ruf nahi munkar, 'Aisyiyah memandang upaya pencegahan penyalahgunaan
narkoba sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan sosial. Melalui penguatan
keluarga dan pemberdayaan masyarakat, kader-kader 'Aisyiyah diharapkan mampu
menjadi pelopor dalam membangun lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari
penyalahgunaan narkoba.
Semangat tersebut selaras dengan tema Milad ke-109
'Aisyiyah, “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian.”
Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi bangsa, menjaga generasi muda
dari ancaman narkoba merupakan salah satu wujud nyata dakwah kemanusiaan yang
dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga.
Berbekal semangat itulah, para peserta kemudian mengikuti sesi sosialisasi dengan penuh perhatian. Berbagai materi yang disampaikan narasumber membuka wawasan peserta tentang bahaya narkoba sekaligus memperkuat kesadaran bahwa pencegahan harus dimulai sejak dini, sebelum ancaman tersebut hadir di tengah keluarga dan masyarakat.
Ketahanan Keluarga: Benteng Pertama Melindungi Generasi
Kesadaran untuk menjaga generasi muda dari ancaman
narkoba semakin diperkuat melalui materi yang disampaikan oleh Ibu Asni
Kusumaningrum, S.I.Kom., Penyuluh Ahli Muda Narkoba dari BNN Kabupaten
Purbalingga. Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta melihat persoalan narkoba
bukan sekadar sebagai isu kriminalitas, melainkan tantangan sosial yang dapat
mengancam ketahanan keluarga dan masa depan bangsa.
Di hadapan para peserta, ia menggambarkan bagaimana
penyalahgunaan narkoba saat ini telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat,
termasuk anak-anak dan remaja yang seharusnya berada pada masa terbaik untuk
belajar, tumbuh, dan mengembangkan potensi diri. Kondisi tersebut menjadi
pengingat bahwa upaya pencegahan tidak dapat ditunda dan harus dimulai dari
lingkungan terdekat, yaitu keluarga.
Peserta diajak memahami berbagai jenis narkoba, mulai
dari narkotika, psikotropika, hingga bahan adiktif lainnya, beserta dampaknya
terhadap kesehatan fisik dan mental. Namun lebih dari sekadar mengenali jenis
dan bahayanya, materi yang disampaikan menegaskan bahwa akar persoalan
penyalahgunaan narkoba sering kali berkaitan dengan kondisi sosial dan
psikologis seseorang.
Pengaruh lingkungan pergaulan, rasa ingin tahu yang tidak
diimbangi dengan pemahaman yang benar, tekanan hidup, hingga minimnya perhatian
dan komunikasi dalam keluarga menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko
penyalahgunaan narkoba. Bahkan pengalaman buruk pada masa anak-anak atau Adverse
Childhood Experiences (ACE), seperti kekerasan, konflik keluarga, atau
pengabaian, dapat meninggalkan luka yang memengaruhi perkembangan seseorang
hingga dewasa.
Karena itu, keluarga memiliki peran yang tidak
tergantikan. Rumah bukan hanya tempat tinggal, melainkan ruang pertama tempat
anak belajar mengenal kasih sayang, membangun kepercayaan diri, memahami
nilai-nilai kehidupan, dan menemukan tempat yang aman untuk berbagi cerita.
Ketika hubungan antara orang tua dan anak terjalin hangat dan terbuka, keluarga
akan menjadi benteng yang kokoh dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif dari
luar.
Salah satu pesan penting yang mengemuka dalam sosialisasi
tersebut adalah perlunya deteksi dini. Orang tua dan anggota keluarga perlu
peka terhadap perubahan perilaku, kondisi emosional, pola pergaulan, maupun
prestasi anak. Kepedulian terhadap perubahan-perubahan kecil sering kali
menjadi langkah awal yang sangat menentukan dalam mencegah penyalahgunaan
narkoba berkembang lebih jauh.
Narasumber juga menjelaskan bahwa bagi mereka yang telah
terlanjur menjadi korban penyalahgunaan narkoba, harapan untuk pulih selalu
ada. Melalui proses rehabilitasi yang tepat, seseorang dapat dibantu untuk
memulihkan kondisi fisik, mental, sosial, dan spiritualnya sehingga mampu
kembali menjalani kehidupan secara produktif dan bermakna. Pemahaman ini
penting untuk mengurangi stigma sekaligus mendorong masyarakat lebih peduli
terhadap upaya pemulihan korban.
Bagi kader-kader 'Aisyiyah yang hadir, materi tersebut
menjadi pengingat bahwa menjaga generasi bukan hanya tanggung jawab orang tua,
melainkan tanggung jawab bersama. Melalui peran sebagai ibu, pendidik,
penggerak masyarakat, maupun kader organisasi, mereka memiliki kesempatan untuk
menjadi agen perubahan yang menebarkan kesadaran dan memperkuat ketahanan
keluarga di lingkungan masing-masing.
Suasana diskusi pun berlangsung hangat dan penuh
antusiasme. Berbagai pertanyaan muncul dari peserta yang ingin memahami lebih
jauh langkah-langkah pencegahan maupun penanganan ketika menghadapi kasus
penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar. Salah satu pertanyaan datang dari
Tariyah, perwakilan Paralegal, yang menyoroti pentingnya pendampingan dan
langkah hukum yang dapat ditempuh apabila ditemukan kasus penyalahgunaan
narkoba di masyarakat. Dialog yang terbangun menunjukkan besarnya kepedulian
peserta terhadap upaya perlindungan generasi muda dari ancaman narkoba.
Karena sesungguhnya, menyelamatkan satu anak dari bahaya
narkoba berarti menjaga satu keluarga. Dan menjaga satu keluarga adalah langkah
kecil yang akan ikut menentukan masa depan masyarakat dan bangsa.
------
Kontributor
: Tariyah & Majlis Hukum dan HAM PDA Purbalingga
Editor:
Asih Purwaningsih - LPPA PDA Purbalingga




Komentar
Posting Komentar